Langsung ke konten utama

PADA SEBUAH TELAGA

Pada sebuah telaga di muka bumi,

Langit yang jauh tinggi,

beserta awan yang mengiringinya

berhenti sejenak untuk bercermin. Bayangannya terlukis dengan nyata di permukaan telaga.


Pada sebuah telaga di bawah inilah

Langit bisa memahami apa warna yang dilukisnya kini.


Pada sebuah telaga langit bisa melihat apakah awan yang dibawanya memberikan kelabu,

ataukah mengantarkan cerah matahari di atas sana

bagi penghuni bumi.


--#--


Begitulah pemimpin.

Ibarat langit di atas dan telaga di bawah. Posisi pemimpin yang ada di atas harus berkaca pada rakyat di bawah.


Ketika berkaca pada rakyat itulah seorang pemimpin bisa melihat bagaimana wujud aslinya sebagai seorang pemimpin.

Ketika rakyat di bawah banyak menderita, seharusnya seorang pemimpin bisa melihat bagaimana leadershipnya.


Langit tidak bisa berkaca pada awan.

Pemimpin tidak bisa "berkaca" pada anak buah. Karena terkadang anak buah yang tidak merdeka tidak bisa memberikan kritik kepada atasannya.


Maka sebagai seorang pemimpin, berkacalah pada rakyat di bawah. Lihatlah bagaimana kondisi rakyatmu. Jangan pernah mengabaikan keluhan mereka, apalagi kritikan mereka. Menutup telinga demi mendengar pujian-pujian orang di sekelilingmu, sementara jeritan rakyat disekitarmu kau abaikan.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hindari Berbohong dalam Berpolitik: INDEKS KORUPSI PARTAI POLITIK VERSI KPK WATCH: QUALIFIED ATAU ABAL-ABAL?

Akhir-akhir ini banyak beredar di dunia maya Indeks Korupsi Partai Politik yang dibuat oleh semacam lembaga (entah lembaga resmi, entah lembaga dadakan)dengan nama KPK Watch sebagai berikut di bawah. Bagaimana metode perhitungan Indeks Korupsi Partai Politik versi KPK Watch ini? KPK Watch mengambil data jumlah koruptor selama periode 2002-2014 dari laman ICW. Setelah diperoleh angka jumlah koruptor, KPK Watch membagi angka tersebut dengan jumlah suara yang diperoleh pada pemilu 2009. Maka didapatlah angka Indeks Korupsi Partai Politik yang kemudian dipublikasikan via social media. Tentu saja publikasi ini tidak melewati publikasi media cetak dan media elektronik. Mengapa? Entahlah.. kita tidak akan membahas itu. Kita hanya akan membahas bagaimana metoda perhitungan KPK Watch ini dan apa pengaruhnya pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014 ini. Tapi mungkin dari pembahasan ini kita akan paham kenapa Indeks Korupsi Partai Politik yang dikeluarkan KPK Watch ti...

Halloooo Indaah :)

Hallo Indah dan semua kawan yang bertanya tentang ulasan saya mengenai Data KPK Watch di Kompasiana ( http://politik.kompasiana.com/2014/04/03/analisa-sederhana-kejanggalan-data-kpkwatch-644252.html ). Sebetulnya saya merasa sangat tidak perlu membuat tulisan ini lagi. Karena jawaban atas tulisan Indah sudah sangat jelas di ulasan saya tersebut. Tapi mungkin Indah dan beberapa kawan yang lain belum bisa memahami kalau saya tidak menerangkannya secara grafis serta dengan contoh-contoh sederhana lainnya. Juga karena saran beberapa kawan ya pada akhirnya saya buat juga. Karena saya bukan anggota Kompasiana, maka saya tidak bisa memberikan komentar di tulisan Indah tsb. Mohon maaf kalau saya menjelaskannya dengan soal cerita matematika sederhana kelas 6 SD. Tidak bermaksud merendahkan dan menyamakan taraf pemahaman dengan anak kelas 6 SD, tapi memang ilmu statistik yang saya gunakan bukan ilmu statistik yang rumit, hanya ilmu statistik sederhana dan perbandingan sederhana yang ada di pel...

Agama Dan Politik, Bukan Es Campur Duniawi

Sungguh selama ini ada sebuah pertanyaan di kepala saya: apakah dibenarkan jika agama masuk ke dalam dunia politik? Dan terus terang saya belum bisa menemukan jawabannya. Kemudian saya coba untuk menggali lagi, membaca lagi, hingga merenungkan berbagai peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini. Sampai akhirnya mungkin saya temukan beberapa hikmah dibalik semua peristiwa itu yang bisa sedikit menjawab pertanyaan saya. Politik sesungguhnya bukan dunia seperti yg orang2 persepsikan selama ini: kotor, kejam, hanya berkutat pada kekuasaan. Politik sesungguhnya adalah ilmu tentang bagaimana mengambil sebuah kebijakan. Memang ada hubungan antara politik dan kekuasaan karena para pengambil kebijakan harus memiliki kekuasaan untuk bisa memutuskan sebuah kebijakan. Maka jika dilihat dari definisinya politik saat ini sudah bergeser dari 'bagaimana cara mengambil kebijakan' menjadi 'bagaimana mendapatkan kekuasaan' Kemudian dari sejarah saya mencoba mencari jawaban bagaimana polit...