Langsung ke konten utama

Postingan

Jebakan dalam Proses Belajar Manusia

Saya membaca tulisan keren Gus Ulil Abshar Abdala tentang "Qutbiisme" dan Kepongahan Kaum Scientifik ... pas ketika saya sedang membuat tulisan ini .. tentang "Jebakan dalam Proses Belajar Manusia". Bukan hanya Qutbiisme dan Saintisme saja yang tejebak dalam kepongahan seperti yang ditulis oleh Gus Ulil. Pada dasarnya, semua aliran .. semua bidang ilmu di dunia ini, jalan menuju ke arahnya memiliki 2 jebakan yang bisa membuat seseorang yang tengah dalam proses belajar jatuh terjerembab pada lubang yang sangat dalam.   Jebakan pertama adalah kesombongan. Memiliki kelebihan dari orang lain seringkali membuat kita terlena dan menjerumuskan manusia ke dalam jebakan kesombongan. Termasuk di sini: memiliki kelebihan ilmu.  Ilmu apapun. Jangankan sains yang sedikit bersentuhan dengan nilai-nilai moral, jalan menuju ilmu humaniora dan agama pun bisa memiliki jebakan kesombongan ini.    Kesombongan adalah jebakan yang bisa menjerat manusia jatuh lebih dalam pada ke...

Dua Kisah Penuh Irisan Bawang Ketika Allah Menegur Nabi Musa

Ada 2 kisah ketika Allah menegur Nabi Musa. Kisah-kisah ini sepertinya mengandung irisan bawang bombay sehingga sukses bikin melting berhari-hari. Kisah pertama.. Dalam hadits qudsi, Allah SWT berbicara kepada nabi Musa AS. "Wahai hamba Ku... aku lapar, tapi kenapa kalian tak memberi Aku makan, Aku haus, tapi kenapa kalian tak beri Aku minum, Aku susah, tapi kenapa kalian tak mengunjungi-Ku" Ketika nabi Musa bertanya, "Ya Rabb... di mana aku bisa menemui-Mu?" Kemudian Allah SWT berfirman: "Barang siapa yang ingin menemui-Ku, maka temuilah mereka yang kehausan, mereka yang kelaparan, dan mereka yang kesusahan. Karena sesungguhnya Aku bersamanya." Allah SWT menambahkan firman-Nya: "Ketahuilah, tidaklah sampai cinta-Ku kecuali kalian mencintai sesama. Tidaklah sampai pelayanan-Ku, kecuali kalian sudi melayani sesama." Bagaimana hati tidak meleleh membaca kisahnya.. ketika Allah Yang Maha Tinggi, Yang Maha Agung menurunkan diriNya...

Rindu

Satu waktu,... di tengah-tengah masa pandemi global seperti saat ini, aku sempat bercakap-cakap dengan seorang kawan di Canada. Aku katakan padanya.. tidak ada ketakutan untuk diriku sendiri terhadap virus ini. Aku hanya berusaha menjaga diri agar orang-orang di sekitarku tidak mengalami hal-hal yang buruk. [6:39 PM, 4/3/2020] Novi R.S.S: Akutu sebenernya ga takut kl aku kena. Lebih khawatir kl org2 dekatku kena.. 😅 [6:40 PM, 4/3/2020] Novi R.S.S: Aku malah sebenernya lebih senang kl mati dlm waktu dekat.. 🙊 [6:42 PM, 4/3/2020] A**: huussshhhhhh [6:42 PM, 4/3/2020] A**: pamali!! 😡😡😡 [6:45 PM, 4/3/2020] Novi R.S.S: Hihihii... pingin ketemu Tuhan.. 🤭 [6:46 PM, 4/3/2020] Novi R.S.S: Tapi ya kl aku ga berusaha jaga diri ya Tuhan ga mau ketemu aku.. [6:48 PM, 4/3/2020] Novi R.S.S: Trus aku jg takut kl kelamaan di dunia,.. kacau banget di sini.. [6:50 PM, 4/3/2020] A**: itu point yg valid...tapi teteup...aku sih masih mao lihat ponakan2ku tumbuh dewasa dll Sekali itulah ak...

E G O

Ego itu seperti manusia. Dia bisa tumbuh jika dipelihara. Bisa manja jika terus disuapi. Bisa mati jika ditekan. Dan bisa sengsara jika diabaikan. Dia seperti manusia. Bisa dikuasai. Bisa dikendalikan. Bisa diperintah. Bisa ditaklukan. Makanan yang paling disukainya adalah citra. Pujian orang2 adalah vitamin bagi pertumbuhannya. Kehormatan adalah nutrisi yang menjadikannya semakin besar. Lalu apa yang bisa mengendalikan dan menaklukannya? Kesadaran. Kesadaran tuannya. Kreo, 18 April 2020

Sampai Kapanpun, Kita Masih Butuh Anak-Anak Yang Jago Menghapal

Sudah lama sebenarnya saya ingin menulis soal ini. Waktu isunya sedang heboh-hebohnya. Tapi… kemudian saya undurkan niat saya. Biasalah… di Indonesia kalau isu sedang panas2nya.. sulit untuk berdiskusi dengan objektif. Karena sekarang semua ada kubu-kubunya… semua bisa dikaitkan dengan politik. Maka diskusinya bukan untuk mencari yang terbaik… tapi berkutat pada soal menang-kalah dan polarisasi politik. Sekarang ketika orang sedang beralih pada isu corona, saya pikir inilah saatnya untuk menulis tentang isu ini. Dimulai dengan pernyataan Mendiknas Nadiem Makarim saat rapat bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan pada Kamis, 12 Desember 2019 , "Ini yang Indonesia butuhkan di masa depan. Mohon maaf, dunia tidak membutuhkan anak-anak yang jago menghafal." Saya menilai pernyataan tersebut adalah pernyataan yang gegabah dan tidak elok dilontarkan oleh seorang menteri pendidikan. Saya sendiri ketika mengajar Matematika, Fisika dan Kimia kepada anak-an...

Lebaran Trip 2018 Cipatujah-Pelabuhan Ratu (Hari 1)

Baiklah,.. karena beberapa teman meminta saya untuk membuat review Trip Cipatujah-Pelabuhan Ratu, Lebaran 2018 lalu, saya coba sedikit bercerita. Semoga bisa menjadi bahan referensi untuk teman-teman. D-1 Hari pertama perjalanan dimulai dari Tasikmalaya. Setelah sedikit bersilaturahmi dengan saudara-saudara di pertemuan Halal Bi Halal hari ke 2 Idul Fitri, kami berempat langsung pamit dan memulai perjalanan ke arah Selatan. Dari awal sudah direncanakan bahwa kami akan melihat sunset di Puncak Guha dan menginap di Rancabuaya.  Ada 1-2 titik kemacetan yang membuat jalur tersebut yang bisa ditempuh selama 3 jam, jadi molor menjadi 4 jam. Tetapi sepanjang perjalanan jalur Pantai Selatan, kami berhenti di beberapa titik pantai. Pntai Cipatujah sendiri kami lewatkan, karena sebelumnya sudah pernah dikunjungi. Pantai yang pertama kami singgahi untuk istirahat makan siang adalah Pantai Cijeruk yang sudah masuk ke Kabupaten Garut dan masuk ke dalam wilayah konservasi Hutan Sancang. E...

Di Raudhah, Allah "Berkisah" Tentang Umat Muslim Saat Ini

Ada sebuah tempat di dalam Masjid Nabawi Madinah yang disebut-sebut oleh Rasulullah sebagai taman surga,                               "Antara mimbarku dan rumahku merupakan taman dari taman-taman surga"                                                                                                                     (H.R. Al Bukhari & Muslim) Tempat itu adalah Raudhah. Tempat yang disebut sebagai tempat mustajab untuk berdoa. Setiap umat muslim yang datang ke Masjid Nabawi tidak pernah melepaskan kesempatan untuk masuk ke Raudhah. Ada yang sekedar berdoa dengan khusyuk.. ada pula yang menyempatkan untuk bisa sholat beb...