Langsung ke konten utama

Postingan

BERGESERNYA KEBERPIHAKAN KAUM TERPELAJAR (BERKACA DARI DEMO PARA DOKTER)

Demo para dokter telah lewat beberapa waktu. Berbagai reaksi dari masyarakat pun muncul. Sebagian adalah reaksi negatif. Munculnya reaksi negatif ini saya rasa lebih kepada akibat persoalan teknis, dan bisa diatasi jika demo para dokter ini dilakukan bertahap dengan pemanasan2... yaitu sosialisasi isu terlebih dahulu.   Karena sosialisasi isu yg kurang ini, masyarakat tidak mampu untuk menangkap inti persoalan dari tuntutan para dokter. Masyarakat yg pada dasarnya tidak bisa dilepaskan dari kebutuhannya terhadap para dokter tiba2 merasa diputus, tiba2 merasa ditinggalkan oleh satu2nya solusi kesehatan mereka: dokter. Seandainya saja demo ini dilakukan secara bertahap dengan eskalasi yang halus, tentu saja masyarakat akan menyadari bahwa apa yang dituntut oleh para dokter ini sangat berkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat sendiri. Apa yang dituntut oleh para dokter adalah demi masyarakat itu sendiri. Bagaimana tidak, tuntutan terhadap kasus dr Ayu akan sangat mempengaruhi pela...

Agama Dan Politik, Bukan Es Campur Duniawi

Sungguh selama ini ada sebuah pertanyaan di kepala saya: apakah dibenarkan jika agama masuk ke dalam dunia politik? Dan terus terang saya belum bisa menemukan jawabannya. Kemudian saya coba untuk menggali lagi, membaca lagi, hingga merenungkan berbagai peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini. Sampai akhirnya mungkin saya temukan beberapa hikmah dibalik semua peristiwa itu yang bisa sedikit menjawab pertanyaan saya. Politik sesungguhnya bukan dunia seperti yg orang2 persepsikan selama ini: kotor, kejam, hanya berkutat pada kekuasaan. Politik sesungguhnya adalah ilmu tentang bagaimana mengambil sebuah kebijakan. Memang ada hubungan antara politik dan kekuasaan karena para pengambil kebijakan harus memiliki kekuasaan untuk bisa memutuskan sebuah kebijakan. Maka jika dilihat dari definisinya politik saat ini sudah bergeser dari 'bagaimana cara mengambil kebijakan' menjadi 'bagaimana mendapatkan kekuasaan' Kemudian dari sejarah saya mencoba mencari jawaban bagaimana polit...

Ditampar Oleh HIDUP ITU INDAH

Mengenai peraturan baru untuk mengurus KTP: latar belakang pas foto berwarna biru untuk yang tahun kelahirannya genap dan latar belakang pas foto berwarna merah untuk yang tahun kelahirannya ganjil, tak ada satupun dari petugas kelurahan yang mampu menjelaskan tujuan diberlakukannya aturan tersebut. Maka penulis buku "Hidup Itu Indah" berkata pada petugas kelurahan: "Kalau saja saya yang punya kewenangan bikin peraturan baru itu, akan saya wajibkan warna merah menjadi latar belakang pas foto setiap pemohon KTP. Bedanya, bagi yang tahun kelahirannya genap merahnya tipe dark vermilion sedangkan untuk yang bertahun ganjil musti bright scarlet." Tentu saja si petugas kelurahan penasaran kenapa Aji menerapkan peraturan seperti itu. "Kalau suatu peraturan diciptakan untuk mempersulit, percayalah, versi saya tadi lebih manjur" Satire yang menggelitik namun cadas. Demikianlah yang bisa digambarkan dari buku HIDUP ITU INDAH yang ditulis dan diilustrasikan oleh Aj...

PADA AIR YANG TENANG

Hanya pada air yang tenanglah aku dapat bercermin. Untuk memandang rupa diriku. Entahlah apa ada noda di rupaku, Hanya pada air yang tenang aku dapat mengetahui. Pada laut yang berdebur, Pada ombak yang menghunjam karang, Jangankan bercermin, Mendekatpun aku takut. Lalu ke mana lagi aku bisa bercermin? Ke mana lagi aku melihat noda di rupaku? Selain aku datang padamu, wahai telagaku yang tenang! Published with Blogger-droid v2.0.4

Riwayat Rindu

Hujan yang telah lama tak menitik itu tengah berkelana melewati gunung dan laut. Jauh.. Jauh.. Teramat sangat jauh.. Sehingga tak terdengar lagi rintihan rindu daun-daun dan ranting yang telah mengering di sini. Mengering.. Setengah mati.. "Wahai rintik hujan, aku hanyalah aku. Aku bagimu bukan siapa-siapa. Aku bagimu tak kan terlihat. Aku hanyalah satu di antara sekian banyak yang merindumu di sini. Di antara sekian yang sekarat tanpamu. Di antara mereka di sana yang bergembira bersamamu. Tapi di sini, sungguh aku merindu." Dan hanya rintihan itulah yang mampu dihembuskan oleh daun-daun jambu pada udara yang mengalir. Untuk disampaikan kepada hujan yang telah lama tak menitik itu. Maka datanglah hujan kemudian. Dan menitik. Untuk menjawab rindu mereka. Meskipun daun-daun jambu itu telah terlanjur mati. Mati. Published with Blogger-droid v2.0.4

MUARA

Kepada muara aku belajar Bagaimana cara mencintai tanpa berdagang. Kepada muara aku belajar Bagaimana cara berjalan di atas muka bumi dengan ikhlas. Aku ingin menjadi muara yang bersedia menerima keruhnya air meskipun pada awalnya, di hulu ia jernih. Aku ingin menjadi muara yang bersedia menjadi tempat kembali meskipun aliran itu tak langsung datang padanya. Aku ingin menjadi muara yang ikhlas menerima endapan yang dibawa dari berbagai tempat persinggahan. Dan muaralah yang menerima semua, dan bersedia menjadi keruh untuk bisa mempertemukannya dengan lautan. Published with Blogger-droid v2.0.4

PERLAHAN MENEPI

Perlahan menepi, dari riuh ombak yang semakin menggulung. Yang telah berhasil menghanyutkan sebagian dari denyut jantungku. Dari karang di lautan Yang telah menggores tumpuan tempatku berpijak. Hingga tertatih-tatih harus kuberjalan. Perlahan menepi Menunggu di sini, di tepian Hingga samudera bersahabat kembali. Published with Blogger-droid v2.0.4