Langsung ke konten utama

Postingan

SEBUAH SISTEM KESEIMBANGAN DALAM BERNEGARA.

Ketika kita membicarakan sebuah negara, maka -selain ‘property’negara- berarti kita akan berbicara menyangkut 2 hal: Pemerintah dan Rakyat. Pemerintah adalah sebagian kecil warga negara yang berperan sebagai penyelenggara negara, sedangkan rakyat (saya definisikan disini) sebagian besar warga negara yang mengumpulkan dana untuk biaya penyelenggaraan negara. Dalam sebuah negara Demokrasi, peran pemerintah dan rakyatnya ibarat dewan komisaris dan dewan direktur. Rakyat sebagai pemegang saham dalam sebuah negara (dewan komisaris), sedangkan pemerintah sebagai penyelenggara pengambil keputusan (dewan direksi). Apakah dalam bernegara ini definisi pemerintah dan rakyat bisa diartikan sebagai Yang Mengurus (Pemerintah) dan Yang Diurus (rakyat)? Belum tentu! Dalam berbagai hal ada banyak sekali peranan masyarakat/rakyat yang mengusahakan untuk mengurus dirinya sendiri. Ini akan terjadi jika dalam beberapa hal kebutuhan yang mendesak masyarakat merasa tidak dapat lagi menunggu pemerintah un...

CERITA TENTANG LUMUT DAN KARTINI

Semua pasti mengenal lumut. Si tumbuhan yang kecil mungil, terkadang tingginya pun tak mencapai 0.5 cm. Lumut tumbuh di tempat-tempat yang tak terawat pada sebuah bangunan. Di zaman ketika masyarakat -mulai dari pejabat, artis sampai masyarakat biasa- meneriakkan go green seperti sekarang ini, apalah artinya lumut. Adakah yang sengaja menumbuhkan lumut di sekitar rumahnya atau lingkungannya? Pohon-pohon yang ditanam di sekitar rumah tentulah pohon besar, yang rimbun. Syukur-syukur pohon itu kemudian berbuah, sehingga si empunya rumah bisa menikmati hasilnya kelak. Atau paling tidak pohon besar yang rimbun, yang bisa menyimpan air. Seperti saya misalnya yang mengidam-idamkan menanam pohon trembesi di sekitar rumah. Tapi siapa yang ingin menanam lumut? Meskipun sebenarnya lumut-lumut tebal di hutan pedalaman sana menyimpan banyak air. Bahkan terkadang bisa menjadi sumber air. Tapi tentu saja tak ada yang berkehendak menanam lumut meskipun sedang semangat-semangatnya lantang berteri...

Selamat Ulang Tahun, Dok..

“Saya punya satu rahasia yang akan saya ceritakan pada Ibu” kata dr Sugeng setengah berbisik padaku dan suami. “Wah.. apa itu dok?”   “Sebenarnya waktu itu telat 30 menit saja mungkin Ibu sekarang sudah tak ada di sini lagi. Paru-paru membesar, menggeser jantung hingga ke tengah” papar dokter spesialis paru-paru itu sambil memandang Nisa yang berada di pangkuanku.  Ah... kalau itu sih.. apa rahasianya? “Dokter yang lain sudah pesimis dan menduga hanya bisa menyelamatkan bayi Ibu saja. Tapi saya bersikeras untuk menyelamatkan keduanya, Ibu dan bayi Ibu. Ibu tahu mengapa?” Aku menggeleng. “Karena ketika itu saya berulang tahun. Ulang tahun yg ke 50! Jadi saya berpikir saya harus berusaha untuk bisa menyelamatkan keduanya. Kalau berhasil ini adalah hadiah ulang tahun yang tak ternilai bagi saya” dr Sugeng membelai rambut Nisa.  Bagi dr Sugeng Nisa adalah cucunya. Aku terharu. Pantas saja suamiku bercerita hari itu dr Sugeng ~seor...

Tolong Doakan Aku

Kalau kalian yakin surga itu hanya untuk kalian sungguh aku berdoa agar surga itu untuk kalian. Kalau kalian yakin neraka itu untuk mereka, sungguh aku berdoa agar mereka dilindungi dari panasnya. Untukku sendiri, tolong kalian doakan: agar Tuhan tak pernah berpaling dari hatiku Agar cintaNya bisa membuat aku tetap berdoa untuk kalian semua.. siapapun itu..

Agamamu dan Agamaku

Ada agama baru di negeri ini Namanya agama kekerasan Tuhannya bernama angkara murka Nabinya bernama kebencian Kitabnya ujung pedang yang runcing Ibadah ritualnya perusakan, penganiayaan dan pembantaian Aku harus mengatakan bahwa agama itu berbeda dengan agamaku Agamaku rahmatan lil alamin Tuhanku Maha Pengasih dan Penyayang Nabiku penuh kelembutan Kitab suciku adalah pengobat hati yang resah Ibadah ritualku selalu menenangkan hati. Maka aku harus mengatakan bahwa agama itu berbeda dengan agamaku. Pondok Aren, 8 Februari 2011 Berduka cita atas tragedi Cikeusik dan Temanggung

KAKEK SUPER

Sudah 2 bulan jalan menuju komplek perumahan tetangga itu ditutup. Ada pembangunan pintu gerbang katanya. Aku termasuk salah seorang yang merasa kesulitan dengan penutupan jalan tersebut. Komplek perumahan itu letaknya tidak jauh dari komplek rumahku. Sekitar 500 m. Jika aku dari rumah menuju Bintaro jalan pintas terdekat adalah melewati komplek itu. Terutama setelah jalan pintas melewati STAN ditutup. Kini dengan terpaksa aku harus melewati jalan yang sedikit memutar dan.... berlubang-lubang. Sudah 2 bulan jalan menuju komplek perumahan tetangga ditutup, berarti sudah 2 bulan juga aku tidak melihat seorang kakek-kakek yang biasa berjualan pisang di komplek itu. Pertama kali melihat Sang Kakek sekitar 4 tahun yang lalu. Sebelum Papih sakit. Seminggu sekali Papih datang ke Jakarta dengan travel. Aku yang biasa menjemputnya di Bintaro. Ketika melewati komplek itulah kami melihat Sang Kakek. Sudah sangat tua, ketika itu dia berumur 80 tahun. Bungkuk dan Keriput. Langkahnya kecil dan la...

Sekecil Itukah Tuhan Bagimu?

Sekecil itukah Tuhan bagimu? Kau katakan Tuhan ada di mana-mana Namun kau pikir Tuhan bisa dimonopoli hanya untuk dirimu saja. Sekecil itukah Tuhan bagimu? Kau katakan Tuhan Maha Penyayang Namun kau pikir Tuhan mendukungmu untuk menyiksa saudara-saudaramu Sekecil itukah Tuhan bagimu? Kau katakan Tuhan Maha Bijaksana Namun kau katakan pemikiranmu adalah ilmuNya maka kaulah yang paling benar dari semuanya. Sekecil itukah Tuhan bagimu? Kau katakan Tuhan Maha Pencipta Namun kau pikir Ia ingin berkuasa di bumi ini maka kau pikir mampu menyediakan singgasana untukNya Ah.. Wahai manusia, dirimu hanya makhluk yang hanya bisa berpikir sebagai makhluk yang hanya bisa memandang sebagai makhluk yang hanya bisa merasa sebagai makhluk Mengapa tiba-tiba dirimu merasa bisa mewakiliNya sebagai Tuhan? Pondok Aren, 14 Januari 2011