Langsung ke konten utama

Menjadi Heleconia


Musim kemarau kemarin saya sedikit kewalahan mengurus tanaman karena ART pulang kampung (ayahnya meninggal dunia). Banyak sekali pepohonan di halaman yang menderita karena tidak sempat saya siram. (Selain karena tidak tega juga banyak orang yang kesulitan mendapat air).

Beberapa pohon zodia yang saya tanam berderet di depan jendela untuk mengusir nyamuk layu mendekati kering. Pada awalnya dedaunanya tertunduk layu. Semakin lama mulai mengering. Sebagian sudah mulai berwarna kecoklatan.


Tapi ketika diamati, pohon zodia yg tumbuh di dekat pohon heliconia (pisang-pisangan) sama sekali tidak kekeringan. Daun-daunnya tetap segar mengkilat. Sama sekali tidak ada tanda-tanda kekurangan air. Meskipun sudah berhari-hari tidak pernah kusiram, dan berhari-hari pula hujan tak kunjung turun. Tanah sudah mulai merekah pecah-pecah.


Rerumputan di halaman pun berganti warna menjadi kecoklatan. Tetapi sama dengan zodia, rerumputan yang tumbuh di sekitar pohon heleconia tetap hijau segar. Tak ada satupun tetumbuhan di sekitar heleconia yang layu bahkan mati.


Ternyata pohon heliconia menyimpan air dengan baik. Kemampuan heleconia menyimpan air membuat tetumbuhan di sekitarnya ikut memanfaatkannya untuk keberlangsungan hidup mereka. Maka pepohonan yg berada didekat heleconia tidak akan kekeringan. Tidak ada yang mati. Karena heleconia menyimpannya dan membagikan kepada tetumbuhan di sekelilingnya.


Siapa yang tidak ingin seperti heleconia? Menyimpan rezeki dengan baik dan memberikan manfaat kepada makhluk di sekelilingnya? Sehingga umat di sekeliling kita tidak akan ada yang menderita kekurangan, sementara kita sendiri berlimpah rejeki. Mari menjadi heleconia :)


Published with Blogger-droid v2.0

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hindari Berbohong dalam Berpolitik: INDEKS KORUPSI PARTAI POLITIK VERSI KPK WATCH: QUALIFIED ATAU ABAL-ABAL?

Akhir-akhir ini banyak beredar di dunia maya Indeks Korupsi Partai Politik yang dibuat oleh semacam lembaga (entah lembaga resmi, entah lembaga dadakan)dengan nama KPK Watch sebagai berikut di bawah. Bagaimana metode perhitungan Indeks Korupsi Partai Politik versi KPK Watch ini? KPK Watch mengambil data jumlah koruptor selama periode 2002-2014 dari laman ICW. Setelah diperoleh angka jumlah koruptor, KPK Watch membagi angka tersebut dengan jumlah suara yang diperoleh pada pemilu 2009. Maka didapatlah angka Indeks Korupsi Partai Politik yang kemudian dipublikasikan via social media. Tentu saja publikasi ini tidak melewati publikasi media cetak dan media elektronik. Mengapa? Entahlah.. kita tidak akan membahas itu. Kita hanya akan membahas bagaimana metoda perhitungan KPK Watch ini dan apa pengaruhnya pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014 ini. Tapi mungkin dari pembahasan ini kita akan paham kenapa Indeks Korupsi Partai Politik yang dikeluarkan KPK Watch ti...

Ketika Tuhan Memerintahkan Seorang Pendosa Untuk Meminta Pada-NYA

Pernah aku bertahun-tahun tidak mampu berdoa untuk memohon sesuatu pada-Nya. Rasanya malu sekali memohon pada-Nya. Begitu banyak kasih sayang-Nya padaku, tapi aku tetap melakukan dosa. Setelah sholat aku hanya berdzikir, lalu langsung melipat mukena tanpa berdoa. Begitu terus bertahun-tahun.. Hingga satu saat, setelah mengantarkan anak sekolah, di mobil sambil mendengarkan materi Ngaji Filsafat Pak Faiz dari Youtube aku berpikir tentang keenggananku untuk berdoa. Aku lupa waktu itu materinya tentang apa. Tapi seolah-olah menyambung dengan perasaanku, tiba² Pak Faiz menyampaikan, (aku juga lupa kalimat persisnya), "Ayo berdoalah. Meminta saja. Jangan sungkan.." Aku terkejut. Sepanjang jalan ke rumah pun aku cuman bisa menangis.. Terima kasih ya Allah.. Engkau undang kembali aku untuk memohon pada-Mu..

PROBLEM KEJAHATAN dan FREE WILL

Problem Kejahatan yang merupakan pertanyaan paradoksial pertama kali diajukan oleh Epicuros (341-270SM). Disebut juga Trilema Epicuros: Tuhan, katanya ingin menghilangkan kejahatan tetapi tidak dapat. Atau Ia dapat tetapi tidak berniat. Atau Ia tidak berniat dan tidak dapat, atau Ia berniat dan dapat. Jika Ia berniat dan tidak dapat.. Ia lemah, yang tidak sesuai dengan sifat Tuhan. Jika Ia dapat dan tidak berniat... ia dengki, yang juga berbeda dengan sifat Tuhan. Jika Ia tidak berniat dan tidak dapat,.. Ia dengki dan lemah, sehingga bukan Tuhan. Jika Ia berniat dan dapat, yang sesuai dengan Tuhan, maka dari manakah kejahatan? Atau kenapa Ia tidak menghilangkannya? Pertanyaan paradoksial ini kemudian ditegaskan oleh David Hume dalam  Dialogues Concerning Natural Religion  (1779). Dan menjadi problem yang dijadikan salah satu alasan utama oleh kaum Atheis untuk menolak keberadaan Tuhan. Berbagai argumen untuk menjawab Problem Kejahatan ini pernah diajukan oleh para filsuf di an...