
Menjelang subuh seperti ini, ada banyak dialog-dialog yang melintas di kepala. Di antaranya tentang keikhlasan.
Telah dipatrikan bahwa ikhlas adalah membiarkan amalan-amalan yang telah kita perbuat menjadi sebuah rahasia berdua antara kita dan Tuhan.
Maka hubungan antara kita dan Tuhan akan terasa lebih istimewa, terasa lebih indah dengan banyaknya rahasia-rahasia yg tersimpan.
Ada banyak sekali godaan untuk membocorkan rahasia-rahasia tersebut, seperti alasan agar amalan rahasia itu bisa diteladani oleh banyak org.
Ah.. manusia.. terkadang masih haus akan puja puji duniawi.
Ya nyatanya begitulah.. akan ada banyak godaan setelah melakukan sebuah amalan, yang mungkin tidak mengurangi nilai amal tersebut tapi hanya mengurangi keindahan hubungan dgnNya.
Bahkan, dalam percakapan-percakapan rahasia antara kita dan Dia pun akan ada rasa malu untuk menostalgiakan amalan yg telah kita perbuat.
Alamaaak.. Apa kita bisa berpikir bahwa Dia demikian pelupanya sehingga harus dinostalgiakan apa saja yang telah kita perbuat?
Seolah2 kita berkata pada kekasih kita:
"Hai Beib masih ingatkah kamu, kemarin aku sudah menolong seorang Ibu tua yang menyeberang jalan yg ramai. Dan kemarinnya lagi aku sudah menyumbangkan setengah isi dompetku untuk tetanggaku yg sedang sakit."
Alamaaak.. Apa kita bisa berpikir bahwa Dia demikian pelupanya sehingga harus dinostalgiakan apa saja yang telah kita perbuat?
Seolah2 kita berkata pada kekasih kita:
"Hai Beib masih ingatkah kamu, kemarin aku sudah menolong seorang Ibu tua yang menyeberang jalan yg ramai. Dan kemarinnya lagi aku sudah menyumbangkan setengah isi dompetku untuk tetanggaku yg sedang sakit."
Dan pada akhirnya.. Melati tak pernah mengatakan dirinya mewangi. Tebaran semerbaknyalah yg memberi tahu semua orang. Hingga orang yg belum pernah bertemu dgnnyapun mengetahui keharumannya
Komentar
Posting Komentar